Ujian Nasional Tidak Lagi Menjadi Penentu Kelulusan

Hasil Ujian Nasional (UN) 2015 bukan lagi menjadi penentu kelulusan. Namun yang menjadi fungsi Beliau mengatakan, hasil UN berupa angka itu dilakukan untuk pemetaan, di mana dapat dilihat hasilnya pada posisi siswa secara nasional. Jika hasil UN menunjukkan siswa tidak memenuhi kompetensi nasional, maka siswa dapat mengulang UN di tahun berikutnya.

“Sehingga ketika anak menerima hasil (UN), dia tahu posisinya di mana. Jadi bukan dinyatakan lulus atau tidak lulus,” kata Mas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Pemetaan dari hasil UN tersebut tidak hanya secara umum per mata pelajaran. Melainkan ada komponen-komponen lebih detil. Misalnya di mata pelajaran matematika, siswa memiliki kekuatan dalam trigonometri, namun kelemahan dalam bangun-ruang. Begitu juga dengan mata pelajaran bahasa Indonesia. Siswa bisa saja memiliki kompetensi baik dalam membaca wacana, namun lemah dalam prosa.

Dari pemetaan itulah siswa yang belum memenuhi kompetensi nasional bisa mengulang UN di tahun berikutnya, meski ia telah dinyatakan lulus sekolah. “Yang diberikan kesempatan yang nilainya kurang. Opsional. Tidak ada kewajiban mengulang. Tapi jika dirasa ingin mengulang, boleh,” ujar Mas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

UN adalah sebagai pemetaan dan syarat melanjutkan ke jenjang pendidikan selanjutnya tetap berlaku. Mas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan, hasil UN dapat digunakan untuk melihat posisi siswa, sekolah atau daerah, secara nasional. “Hasilnya bukan lagi lulus atau tidak lulus, tetapi angka,” ujar Mas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan saat berkunjung ke kantor redaksi Jawa Pos di Jakarta, (16/01/2015).
(Sumber: portal kemdikbud/pengunggah: Erika Hutapea)
Terimakasih, anda telah membaca posting Mung.Info dengan judul Ujian Nasional Tidak Lagi Menjadi Penentu Kelulusan, semoga posting Ujian Nasional Tidak Lagi Menjadi Penentu Kelulusan ini bermanfaat untuk anda.

0 Response to "Ujian Nasional Tidak Lagi Menjadi Penentu Kelulusan"